Putera Batam Forum
thanks Selamat Datang di Forum Putera Batam thanks

Enjoy Our Communty

tapi jangan lupa

oh yeah ? Log in dulu donk oh yeah ?
Putera Batam Forum

STMIK - Universitas Putera Batam
 
IndeksIndeks  PortalPortal  CalendarCalendar  GalleryGallery  FAQFAQ  PencarianPencarian  AnggotaAnggota  GroupGroup  PendaftaranPendaftaran  Login  

 

 Akan hadir dari Telkom

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
Pengirim Message
umardi
Moderator


Posts : 147
Reputation : 0
Join date : 18.10.09
Location : Tiban - Batam - Indonesia - Asia - Dunia

PostSubyek: Akan hadir dari Telkom   Tue Nov 03 2009, 14:53

Anda bosan menonton acara televisi yang begitu-begitu saja? Tak usah kesal, sebentar lagi Anda bisa memesan acara yang Anda sukai. Jika perlu, Anda pun bisa merekamnya, sehingga bisa diputar ulang di lain waktu. Bukan hanya program acara, tapi Anda pun bisa memesan lagu, main game, berselancar di Internet, melihat-lihat data pasar modal, hingga membeli produk yang ditawarkan lewat TV.

Itu semua bisa dinikmati kalau saja layanan Internet Protocol-based TV (IPTV) — layanan melalui televisi yang berbasis Internet Protocol — bisa benar-benar diluncurkan secara komersial tahun depan oleh perintis dan calon provider-nya, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. (Telkom). http://zepbees.wordpress.com/wp-includes/js/tinymce/plugins/wordpress/img/trans.gif

IPTV merupakan penyediaan layanan streaming TV secara langsung via jaringan IP ber-bandwidth lebar. Layanan ini bersifat multicast, yakni dari satu sumber untuk banyak pengakses secara bersamaan. “Seperti TV biasa, tetapi punya layanan plus, plus, plus. Jadi, IPTV ini akan memanjakan penonton dengan program-program TV interaktif,” ujar Direktur Utama Telkom Arwin Rasyid pada saat lab trial IPTV di Bandung beberapa waktu lalu. Nantinya, yang disediakan bukan hanya program acara seperti sekarang, tapi juga beragam fasilitas layanan interaktif, antara lain electronic program guide, broadcast/live TV, pay per view TV, personal video recording, pause TV, video-on-demand, music-on-demand, gaming, interactive advertisement, T-commerce, dan tentu saja akses Internet standar.

Menurut Muhammad Awaluddin, VP Public and Marketing Communication Telkom, penilaian layak-tidaknya layanan tersebut bisa mengacu pada tiga parameter. Pertama, faktor penetrasi pengguna Internet yang di Indonesia terus menunjukkan peningkatan. Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia mencatat, walau penetrasi Internet di Tanah Air masih di bawah 20% dibandingkan dengan jumlah penduduk, pertumbuhan pengguna Internet ini relatif stabil, yaitu 25% per tahun. Parameter kedua, keberadaan pelanggan Free to Air TV. Dan ketiga, kesiapan infrastruktur Telkom itu sendiri yang sudah broadband-ready.

Awaluddin juga menjelaskan, jaringan IPTV ini akan memanfaatkan 8,7 juta kabel jaringan telepon tetap (fixed telephone) yang tergelar di seluruh Indonesia. Setidaknya, tersedia 5 juta kabel untuk digunakan sebagai jaringan IPTV, yang selama ini disiapkan buat jaringan broadband Speedy. Dari segi peluang pasar, IPTV ini diklaimnya berpotensi cukup besar. Pasalnya, saat ini di Indonesia terdapat sekitar 28 juta rumah tangga yang memiliki TV. Sekitar 10 jutanya adalah pemilik TV di kota-kota besar, yang merupakan target pasar IPTV. Dan, 95 ribu di antaranya telah memanfaatkan layanan broadband Speedy. “Nah, parameter-parameter itu bisa menjadi pertimbangan kuat untuk kelayakan bisnis layanan IPTV ini,” katanya menandaskan.

Menurut pengamat teknologi multimedia Tony Seno Hartono, secara teoretis sebenarnya bukan hanya Telkom, tapi semua penyedia jasa data berbasis MPLS (Multi Protocol Label Switching) pun bisa menyediakan layanan IPTV. Pasalnya, layanan itu hanya butuh peranti decoder dan infrastruktur berupa jaringan fiber optic. Atau, paling tidak, kabel telepon yang mampu melewatkan bandwidth besar dengan error yang kecil. “Sebenarnya, sudah saatnya para operator memikirkan servis-servis lain, selain Internet. Misalnya, dengan IPTV ini,” ucap Tony.

Tony mengakui, bagi Telkom menyediakan layanan IPTV ini bukan pekerjaan sulit. Selain sudah siap dengan infrastrukturnya, Telkom pun telah mempunyai layanan Telkom Vision, yakni layanan TV kabel, TV satelit dan fast Internet melalui infrastruktur jaringan TV kabel itu sendiri. Dengan begitu, IPTV lebih merupakan pengembangan layanan Telkom. Kendala yang bakal dihadapi Telkom berkaitan dengan penyediaan layanan IPTV ini, menurutnya, lebih pada masalah mendapatkan lisensi hak siar. Dalam hal ini, Telkom mesti bisa menjaga keamanan konten dari pembajakan.

Tony yang juga praktisi di perusahaan jaringan terkemuka memperkirakan layanan IPTV baru bisa dikomersialkan dalam 1-2 tahun ke depan. Waktu tersebut dibutuhkan untuk mengganti kabel dengan yang lebih bagus, sehingga bisa memastikan akses ke pelanggan. “Jika Telkom bisa menjamin jaringan kabelnya bagus, itu bisa menjadi ancaman bagi pemain TV berlangganan. Karena, satu kabel bisa dimanfaatkan untuk berbagai layanan, seperti pengiriman data, suara dan video.”

Menurut Awaluddin, layanannya akan dikemas dengan konsep triple play services, mencakup layanan suara (VoIP), multimedia (salah satunya, pay TV) dan akses broadband-nya itu sendiri, dalam satu paket. “Prinsipnya, layanan itu tidak boleh sama dengan TV berbayar yang ada sekarang. Pendekatan yang akan dilakukan Telkom adalah bundling service. Di situ kekuatan Telkom, menawarkan tiga layanan sekaligus.”

Sayangnya, Awaluddin belum bisa mengungkap seberapa besar tarif yang bakal ditawarkan Telkom untuk layanan IPTV ini. Namun, sebagai gambaran, tarif harga langganan untuk TV kabel satelit yang ada berkisar Rp 300 ribu/bulan. Belum termasuk perlengkapan decoder yang harganya sekitar Rp 1 juta. Ia pun belum bisa mengungkap siapa saja mitra content provider yang bakal digaetnya untuk menyediakan layanan ini, dan bagaimana pola kerja samanya.

Saat ini, ia mengklaim, sekitar 24 kota besar sudah bisa mengakses IPTV, melalui jaringan kabel telepon ataupun kabel listrik. Pada tahap awal, IPTV akan diprioritaskan kepada pelanggan yang memiliki akses Speedy tak terbatas (unlimited), yang jumlahnya 20%-25% dari total pelanggan Speedy. “Memang IPTV ini masih niche market. Tetapi, ke depan, semua akan bisa mengaksesnya. Sebab, tren teknologi dan layanan telekomunikasi akan banyak didominasi pemanfaatan jaringan IP karena kemampuan konvergensinya yang tinggi serta investasinya yang jauh lebih efisien dibanding jaringan konvensional,” kata Awaluddin. Yang mungkin membanggakan, jika IPTV Telkom ini bisa dikomersialkan,Indonesia bakal menjadi negara kedua setelah Jerman yang menawarkan jenis layanan ini.
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://www.umardi.blogspot.com
 

Akan hadir dari Telkom

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1

Permissions in this forum: Anda tidak dapat menjawab topik
Putera Batam Forum :: Chit - Chat :: Teknologi -