Putera Batam Forum
thanks Selamat Datang di Forum Putera Batam thanks

Enjoy Our Communty

tapi jangan lupa

oh yeah ? Log in dulu donk oh yeah ?
Putera Batam Forum

STMIK - Universitas Putera Batam
 
IndeksIndeks  PortalPortal  CalendarCalendar  GalleryGallery  FAQFAQ  PencarianPencarian  AnggotaAnggota  GroupGroup  PendaftaranPendaftaran  Login  

 

 Sejarah Simpul Tali Tiongkok

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
Pengirim Message
jackyr
forumer baru jadi


Posts : 340
Reputation : 1
Join date : 18.10.09
Location : Planet Bumi

PostSubyek: Sejarah Simpul Tali Tiongkok   Tue Nov 17 2009, 11:13

Simpul-tali Tiongkok pada mulanya dibuat dengan tujuan pencatatan – kemudian ia juga memenuhi berbagai kebutuhan lainnya.

Sejarah simpul tali ala Tiongkok (中國結 zhong guo jie) membentang melalui perkembangan 5.000 tahun peradaban Tiongkok. Pada masa prasejarah, simpul-tali sudah dipakai untuk tujuan penandaan sesuatu.

Kebudayaan Tionghoa membahas perihal: 結繩記事 Jie Shen Ji Shi – Tali ditarik simpul dengan tujuan untuk memberi tanda pada suatu hal dan 大事大結其繩 (da shi da jie qi sheng)、小事小結其繩 (xiao shi xiao jie qi sheng) – Untuk kejadian besar dibuatkan simpul besar dan untuk kejadian kecil dibuatkan simpul kecil.

Pada masa awal peradaban dan kebudayaan Tiongkok, mereka juga memandang magis pada tali, karena kata tali 繩 (sheng) di dalam bahasa mandarin pengucapannya mirip kata Shen – ketuhanan...

Selain daripada itu, aksara tali juga memiliki sebuah makna tersendiri dalam bidang pemujaan bagi orang Tionghoa, yang disebut juga sebagai rakyat sang naga, karena aksara Tali menyerupai seekor naga yang sedang meliuk bergerak.

Simpul-tali menerima sebuah makna metafor di dalam kebudayaan Tionghoa juga berkat linguistik asalnya. Aksara 結 (jie - simpul) asalnya terdiri dari 絲 (si) dan 吉(ji), dimana 絲 (si) bermakna sutera atau tali dan 吉(ji) bermakna: makmur, berstatus sosial tinggi, panjang usia, kebahagiaan, kekayaan, kesehatan dan keamanan.

Aksara 結 (jie) melambangkan kekuatan, harmoni dan keterikatan perasaan kemanusiaan, yang direfleksikan di dalam sebuah deretan kata-kata bahasa mandarin yang mengandung kata 結 (jie), seperti misalnya 結實 (jie shi = kokoh), 結交 (jie jiao = mengikat persahabatan) , 結緣 (jie yuan = merajut takdir pertemuan), 結婚 (jie hun = kawin), 團結 (tuan jie = bersatu-padu) .

Sehubungan dengan keterkaitan yang mendalam dari simpul-tali Tiongkok ini dengan kebudayaan lokal, teknik simpul tersebut sebagai kesenian rakyat senantiasa dikembangkan dan diwariskan turun temurun.

Teknik simpul-tali Tiongkok berkembang ke sebuah bentuk seni sesungguhnya selama dinasti Tang (618-907 M), Song (960-1279 M) dan akhirnya mengalami masa paling jaya pada zaman dinasti Ming dan Qing (1368-1911 M) – di zaman itu pula secara lebih meluas simpul-tali digunakan pula pada busana tradisional.

Jauh melampaui sebuah penggunaan sebagai ornamen dekoratif untuk perayaan, unsur gaya dari simpul Tiongkok menemukan tempatnya di kalung, stek sanggul dan pernak-pernik dekorasi gantung. Simpul tertentu seperti "Simpul bahagia" dipergunakan sebagai azimat untuk menolak bala dan mengalahkannya, menghindari musibah dan mendatangkan kebahagiaan.

Beberapa abad lalu terutama di Tiongkok yang masih dikuasai komunis, bentuk kesenian ini kehilangan maknanya. Baru pada akhir tahun 90-an kesenian simpul-tali tersebut seperti halnya bordir dan busana tradisional ditemukannya kembali. Semenjak saat itu mulai digemari dan menyebar di kota-kota.

Sebuah Tali Menyimpul Harapan Baik

Karakteristik dari simpul-tali Tiongkok ialah ia dibentuk dari seuntai tali saja. Tali sepanjang minimal 1 meter sesuai metode, urutan dan aturan yang sudah ditetapkan, dibalut, dirol, disulam dan ditarik, sehingga menjadi simpul yang beraneka ragam dan memikat. Memang simpul tertentu betul-betul rumit dan penuh seni dalam pola dan desainnya, mereka kesemuanya adalah sebuah kombinasi dari maksimal 20 macam teknik dasar. Simpul Tiongkok terlihat sama dari depan dan belakang.

Bagaimana Simpul-simpul Memperoleh Namanya

Berbagai kemungkinan bagaimana simpul-simpul tersebut bisa dinamakan demikian. Simpul-tali yang berlainan memperoleh nama bisa dari bentuk atau tujuannya, lokasi dimana mereka terjadi, dimana mereka ditemukan atau makna di balik nama simpul tersebut.

Maka "Simpul uang dopel" kurang lebih menyerupai 2 buah uang logam tembaga dari zaman Tiongkok kuno yang terbelah di tengah dan ditaruh. "Simpul kenop" memiliki nama dari penggunaannya.

"Simpul 10-ribuan" mirip bukan saja dalam bentuk swastika Budha yang oleh orang Tionghoa juga dipakai untuk memaknai angka 10 ribu, ia selain itu juga acapkali muncul pada sabuk patung Guan Yin sang bodhisatwa kebajikan.

"Simpul tak terhingga" meniru 8 simbol kebudhaan yang berarti sirkulasi abadi, dari situ semuanya berkembang biak. Simpul-tali menekankan secara seksama pertali-temalian yang tak terhingga ini dan merupakan dasar dari banyak variasi-variasi. (whs)

Sumber:

http://www.budaya-tionghoa.net
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://jackyr100.blogspot.com/
 

Sejarah Simpul Tali Tiongkok

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1

Permissions in this forum: Anda tidak dapat menjawab topik
Putera Batam Forum :: Chit - Chat :: Story -